Sobat Hace!
Jumpa lagi dengan Trueside News di sesi 5 Track Pilihan. Biasanya, pada sesi-sesi sebelumnya, saya selalu meluangkan waktu kurang lebih satu jam untuk mendengar track-track yang dipilih narasumber. Selain untuk mendengar apa saja yang direferensikan, saya menggunakan kesempatan tersebut untuk memberi gambaran dalam kepala saya kalimat-kalimat apa saja yang nanti akan saya tuliskan untuk menggambarkan keseluruhan track yang dipilih oleh narasumber. Namun kali ini saya perlu waktu tambahan, apa yang saya tangkap rasanya terlalu abstrak untuk dideskripsikan.

Berbeda dari sesi-sesi 5 Track Pilihan sebelumnya, Yudhistira Agato (Vague, Jirapah) tidak memilih track-track cepat dan “in your face” ala hardcore/punk Amerika awal delapan puluhan, indie rock, atau lagu-lagu rock nostalgia era MTV. Sulit sekali untuk menjelaskannya, tetapi kira-kira begini: pilihannya berkisar pada musik-musik hardcore dengan kompleksitas di luar nalar yang mungkin menjenuhkan untuk didengar dalam sekali putaran, namun memberikan sentuhan sentimental yang entah dari mana hadirnya.


Walau masih kental dengan roots hardcorenya, track pilihannya merupakan musik-musik hybrid yang mungkin tergambar pada karya-karta musiknya di Vague dan Jirapah. Berkisar pada post-hardcore ala Revolution Summer, emotive hardcore, dan alternatif rock bising yang singalong-able. Berikut 5 Track Pilihan Yudhistira Agato:

1. At The Drive-In – Sleepwalk Capsules (Relationship of Command, 2000)

At The Drive-In itu buat gue dampaknya secara musikal gede banget, mungkin mirip sama Nirvana untuk orang-orang generasi di atas gue. Sama Ketika pertama kali denger ATDI, reaksi gue adalah “anjir, apaan nih?” Musiknya terasa begitu asing, buat gue yang cakupan punknya masih Green Day dan The Offspring di bangku SMA 1. Buat gue, ATDI itu contoh band yang berhasil bermetamorfosa dari band punk indie jadi sebuah entitas ambisius yang mendorong musik mereka keluar dari batas-batas yang biasa ditemukan dalam genre ini. Di lagu “Sleepwalk Capsules”, semua elemen yang bikin mereka keren ada: chord miring yang menghentak, vokal sahut-sahutan, dan ide-ide musik yang ajaib tapi masuk.

2. Fugazi – Bed For The Scraping (Red Medicine, 1995)

Susah milih satu lagu dari Fugazi, karena band inilah yang bertanggung jawab mendefinisikan post-hardcore dengan cara menggabungkan banyak elemen musik berbeda (terutama di era akhir 80an, ketika belum ada yang berani seperti mereka). Kok bisa ya hardcore punk dicampur funk, dub, dan rock alternatif dan gak kedengaran maksa? “Bed For The Scraping” itu bisa dibilang era tengah Fugazi, di mana mereka udah agak keluar dari struktur chord hardcore punk dan mulai main-main dengan struktur lagu dan teknik bermain yang lebih advanced tapi tetep kedengaran punk. Enggak tau deh, susah jelasinnya. Yang pasti bagian guitar tapping di sini keren banget. Ini lagu enak banget buat joget euy.

3. Off Minor – Family Circus (Innominate, 2004)

Kalau ada band hardcore yang bisa bikin gue tertarik sama jazz, Off Minor lah jawabannya. Sampe sekarang gue masih belum denger band yang bisa menggabungkan hardcore punk sama jazz seperti mereka. Gilanya lagi? Mereka cuman bertiga. “Family Circus” bercerita tentang gimana orang tua yang enggak akur dan disfungsional akan membuat anak mereka tumbuh dengan mentalitas yang sama. Ini adalah lingkaran jahat yang harus diputus.

4. Husker Du – Celebrated Summer (New Day Rising, 1985)

Husker Du mungkin salah satu band US pertama yang bertransisi dari hardcore-punk masuk ke ranah rock alternatif. Penulisan lagu yang kuat, chord-chord sederhana yang catchy, dan fuzz gitar yang kasar, semua jadi ciri khas band ini. “Celebrated Summer” terdengar seperti orang dewasa—yang mungkin sudah terbebani beratnya hidup—mengingat betapa manisnya masa muda mereka dan penting untuk tidak take things for granted. Lagu ini selalu bikin gue bersemangat dan bikin mood jadi bagus.

5. Dinosaur Jr – They Always Come (Bug, 1988)

Mungkin salah satu power-trio terbaik sepanjang masa. Permainan gitar J. Mascis yang sangat melodik dan manis tapi juga galak nan bising adalah salah satu inspirasi utama gue buat Vague. Fun fact: Vague pernah ngecover lagu ini di pas main di At America, Pacific Place.

**Untuk para pembaca yang berada di sekitar Jakarta pada akhir pekan ini, Yudhis bersama band post-hardcorenya Vague akan bermain di perhelatan tour Glue (Texas) bersama Crucial Response (Blitar), DJxAA, Straight Answer, Norr Frygt dan Gaze Dread pada hari Sabtu, 3 Agustus 2019. Jangan sampai kelewatan!